Sunday, 30 September 2012

Panduan Cara Membuat Account di Jejaring Sosial Kiber





Sebelum membuat acount di situs jejaring sosial kiber, terlebih dahulu masuk kesini.............
http://www.kitaberbagi.com/kiber/daftar

Baca ketentuannya, sebelum membuat acount :

Nama Depan / Nama Belakang :
Wajib di isi maksimal 3 charakter.

Nama blog :
Nama blog dikiber contoh : www.kitaberbagi.com/nama_blog_kamu, gunakan tanda penghubung underscore "_" atau dengan istilah garis bawah untuk menyambung kata. Lalu buatlah nama blog secantik mungkin sehingga mempermudah kamu dan teman kamu, untuk mengingat blog kamu dikiber

Sebelum melangkah ketahap berikutnya? Coba chek persediaan blog kamu masih tersedia atau sudah ada yang menggunakannya.

Tanggal lahir :
Tanggal, bulan dan tahun Wajib di isi, disesuaikan dengan privasi kamu

Jenis Kelamin :
Untuk mempermudah interaksi dengan teman-temen kamu dikiber, kami cuma menyediakan dua jenis kelamin

E-mail :
Gunakan email yang falid sehinga bisa menerima token confirmasi dari kiber bila diperlukan

Password :
Minimal 6 charakter, gunakan semudah mungkin anda menghafal, tetapi sesulit orang untuk mengingat, dan gunakan dengan kata-kata yang tidak umum.

Nah! kalau sudah membaca ketentuannya, mulailah mengisi didaftar member baru jejaring sosial kiber, contohnya: 

Daftar Member Baru

E-mail  :
Password  :
Repassword  :
Nama Depan : 
Nama Belakang : 
Blog Di Kiber  :
exp : wwww.kitaberbagi.com/ [nama kamu] Chek 
Tanggal Lahir  : Tanggal/Bulan/Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan

Captcha :

Kami segenap keluarga besar jejaring sosial kiber mengucapkan terima kasih banyak atas dukungannya..........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Gerakan Islam Tradisional di Negeri Indonesia






Negeri Indonesia terkenal sebagai negara kaya raya akan kekayaan sumber daya alam. Mengingat lautan dan daratan yang ada dinegeri Indonesia begitu luas dengan aneka flora dan fauna. Sehingga banyak bangsa asing yang ingin menguasai kekayaan negeri Indonesia secara sepihak.

Masyarakat Indonesia tak jarang sejak menempuh pendidikan dasar sampai perguruan tinggi menemukan beragam pemikiran paham liberal maupun paham sekuler, padahal paham liberal maupun paham sekuler jauh dari Nilai-nilai Islam, begitu juga kedua paham ini,  jauh dari Nilai-nilai tepa selira sebagai salah satu paham kearifan lokal.

Melihat kondisi yang sangat memprihatinkan dinegeri Indonesia, Islam tradisional berupaya membendung liberalisme maupun sekulerisme yang ada dinegeri Indonesia, tentu semua membutuhkan paradigma yang cerdas dalam memberi sebuah gagasan tentang Nilai-nilai ke-Islaman.

Pendidikan sebagai pintu gerbang paradigma liberalisme maupun sekulerisme masuk dalam ranah kehidupan. Mengingat pendidikan sebagai jalan dogma yang tepat dalam membangun paradigma pemikiran tersebut, tetapi dengan adanya gerakan Islam tradisional membuat gagasan tentang paradigma liberalisme maupun sekulerisme mengalami kendala yang besar.

Keberadaan bangunan liberalisme maupun sekulerisme sering bersembunyi dibalik HAM, padahal HAM yang dibangun cenderung pola pikir westernisasi. Sehingga jauh dari realita kehidupan masyarakat secara universal.

Gerakan Islam tradisional berupaya melakukan sebuah paradigma pemikiran. Bahwa Islam tradisional merupakan sebuah gagasan yang berupaya menggali falsafah dari kehidupan masyarakat pribumi, untuk dijadikan cara pandang masyarakat secara arif dan bijaksana, tentu disertai dalam naungan ajaran Islam, agar kehidupan duniawi maupun ukhrawi dapat saling berkesinambungan antara satu dengan lainnya.

Keberadaan liberalisme maupun sekulerisme yang dibangun dinegeri Indonesia cenderung mengarah dalam bentuk westernisasi. Sehingga ada upaya dari paradigma liberalisme maupun sekulerisme membentuk sebuah kubangan dengan gagasan dari luar, agar masyarakat dinegeri Indonesia mengikuti bangunan idiologi tersebut.

Islam tradisional merupakan sebuah gerakan pemikiran dalam membangun sebuah masyarakat yang utuh, agar tidak terjebak dengan gagasan liberalisme maupun sekulerisme yang cenderung jauh dari Nilai-nilai kearifan lokal.

Dunia pendidikan salah satu pintu gerbang segala idiologi masuk diberbagai ranah kehidupan. Sehingga Islam tradisional sudah waktunya menuju sebuah gerakan pemikiran ditengah-tengah kehidupan masyarakat secara luas. 

Islam tradisional melalui dunia pendidikan berupaya membuka pintu gerbang pemikiran, agar keberadaan negeri Indonesia semakin kokoh dari segi spiritual maupun budaya kearifan lokal, tentu semua tak lepas dari dukungan masyarakat dinegeri Indonesia dalam membangun bangsa yang yang kuat, dan disegani diseluruh belahan bumi.

Semoga Allah SWT memberi kekuatan lahir maupun batin para penggerak Islam tradisional, Amiin........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Gerakan Islam Tradisional di Negeri Indonesia






Negeri Indonesia terkenal sebagai negara kaya raya akan kekayaan sumber daya alam. Mengingat lautan dan daratan yang ada dinegeri Indonesia begitu luas dengan aneka flora dan fauna. Sehingga banyak bangsa asing yang ingin menguasai kekayaan negeri Indonesia secara sepihak.

Masyarakat Indonesia tak jarang sejak menempuh pendidikan dasar sampai perguruan tinggi menemukan beragam pemikiran paham liberal maupun paham sekuler, padahal paham liberal maupun paham sekuler jauh dari Nilai-nilai Islam, begitu juga kedua paham ini,  jauh dari Nilai-nilai tepa selira sebagai salah satu paham kearifan lokal.

Melihat kondisi yang sangat memprihatinkan dinegeri Indonesia, Islam tradisional berupaya membendung liberalisme maupun sekulerisme yang ada dinegeri Indonesia, tentu semua membutuhkan paradigma yang cerdas dalam memberi sebuah gagasan tentang Nilai-nilai ke-Islaman.

Pendidikan sebagai pintu gerbang paradigma liberalisme maupun sekulerisme masuk dalam ranah kehidupan. Mengingat pendidikan sebagai jalan dogma yang tepat dalam membangun paradigma pemikiran tersebut, tetapi dengan adanya gerakan Islam tradisional membuat gagasan tentang paradigma liberalisme maupun sekulerisme mengalami kendala yang besar.

Keberadaan bangunan liberalisme maupun sekulerisme sering bersembunyi dibalik HAM, padahal HAM yang dibangun cenderung pola pikir westernisasi. Sehingga jauh dari realita kehidupan masyarakat secara universal.

Gerakan Islam tradisional berupaya melakukan sebuah paradigma pemikiran. Bahwa Islam tradisional merupakan sebuah gagasan yang berupaya menggali falsafah dari kehidupan masyarakat pribumi, untuk dijadikan cara pandang masyarakat secara arif dan bijaksana, tentu disertai dalam naungan ajaran Islam, agar kehidupan duniawi maupun ukhrawi dapat saling berkesinambungan antara satu dengan lainnya.

Keberadaan liberalisme maupun sekulerisme yang dibangun dinegeri Indonesia cenderung mengarah dalam bentuk westernisasi. Sehingga ada upaya dari paradigma liberalisme maupun sekulerisme membentuk sebuah kubangan dengan gagasan dari luar, agar masyarakat dinegeri Indonesia mengikuti bangunan idiologi tersebut.

Islam tradisional merupakan sebuah gerakan pemikiran dalam membangun sebuah masyarakat yang utuh, agar tidak terjebak dengan gagasan liberalisme maupun sekulerisme yang cenderung jauh dari Nilai-nilai kearifan lokal.

Dunia pendidikan salah satu pintu gerbang segala idiologi masuk diberbagai ranah kehidupan. Sehingga Islam tradisional sudah waktunya menuju sebuah gerakan pemikiran ditengah-tengah kehidupan masyarakat secara luas. 

Islam tradisional melalui dunia pendidikan berupaya membuka pintu gerbang pemikiran, agar keberadaan negeri Indonesia semakin kokoh dari segi spiritual maupun budaya kearifan lokal, tentu semua tak lepas dari dukungan masyarakat dinegeri Indonesia dalam membangun bangsa yang yang kuat, dan disegani diseluruh belahan bumi.

Semoga Allah SWT memberi kekuatan lahir maupun batin para penggerak Islam tradisional, Amiin........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Saturday, 15 September 2012

Kebangkitan Islam Tradisional di Tanah Jawa



Islam tradisional berkembang sejalan dengan paradigma pemikiran masyarakat setempat. Sehingga masyarakat setempat dalam memahami tentang ke-Islaman begitu cepat menerima dan memahaminya. Mengingat Islam tradisional lebih elegan dalam memasuki ranah budaya maupun tradisi masyarakat secara universal, untuk memberi sebuah pemahaman tentang paradigma ke-Islaman secara kaffah.

Tanah Jawa merupakan sebuah peradaban agung dikawasan asia tenggara. Bahkan tanah Jawa merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan dibumi nusantara. Sehingga wajar tanah Jawa mempunyai peran penting dalam membangun sebuah negara yang bernama bangsa Indonesia. Mengingat lahirnya bangsa Indonesia tak lepas dari tanah Jawa sebagai tempat memproklamirkan kemerdekaan bangsa tersebut.

Lebih jauh lagi, ternyata tanah Jawa sebagian dari masyarakat ada yang menganggap sebagai kunci negara Indonesia. Sehingga ketika tanah Jawa dikuasi oleh pemberontak atau bangsa asing, berarti mereka telah menguasai bangsa Indonesia. Karena tanah Jawa salah satu kunci keberadaan negara Indonesia.

Islam masuk ditanah Jawa tak lepas dari peran para wali, dan masyarakat lebih mengenal dengan istilah wali songo (sembilan) sebagai penyebar agama Islam ditanah Jawa.

Keberadaan wali songo (sembilan) merupakan cikal bakal dakwah Islam. Sehingga dengan dakwah para wali, ternyata Islam dapat berkembang pesat dari pelosok kampung sampai penjuru pusat kota ditanah Jawa. Karena kepandaian wali Songo (sembilan) dalam memberi sebuah wejangan dakwah tentang ke-Islaman yang dapat diterima dengan baik oleh masyarkat secara luas diberbagai wilayah tanah Jawa..

Keberadaan wali songo (sembilan) merupakan sang pendakwah dengan menyebarkan ajaran Islam secara universal dalam kehidupan masyarakat secara luas. Bahkan wali songo (sembilan) salah satu ruh kebangkitan Islam tradisional dimasa kini, untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin mengglobal dan menantang.

Kebangkitan Islam tradisional ditanah Jawa, sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia cenderung mengarah dalam sebuah gerakan melawan para penjajah. Sehingga diera pra kemerdekaan bangsa Indonesia, berbagai kalangan masyarakat bergejolak melakukan berbagai gerakan dengan melawan segenap tumpah darah dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Setelah kemerdekaan bangsa Indonesia, masyarakat Islam tradisional mulai membangun berbagai pendidikan dipenjuru tanah Jawa. Sehingga wajar tanah Jawa merupakan tempat mencari ilmu bagi para pelajar dari berbagai penjuru wilayah nusantara. Bahkan sebagian palajar dari belahan jagat raya juga ikut belajar dalam mengenyam pendidikan ditanah Jawa.

Kebangkitan Islam tradisional ditanah Jawa, lebih menekankan dalam aspek pendidikan dalam membangun masyarakat Islam yang berwawasan luas. Namun tidak meninggalkan jati diri sebagai masyakat pribumi, untuk menghargai berbagai budaya maupun tradisi ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Mengingat budaya maupun tradisi merupakan kearifan lokal yang perlu dihargai dan dihormati keberadaannya.

Membangun Islam tradisional diera pasca reformasi saat ini, tentu membutuhkan sebuah strategi perubahan secara radikal ditengah-tengah masyarakat, apalagi zaman sudah mulai terbuka dengan istilah tehnologi yang semakin cepat menggurita. Sehingga diperlukan sebuah ketahanan mental maupun spiritual dalam menghadapi keberagaman persoalan tentang kehidupan.

Menuju kebangkitan Islam tradisional ditanah Jawa membutuhkan berbagai aspek penunjang, untuk melakukan sebuah rekonstruksi total, tentu tak lepas dari peran masyarakat secara luas dalam membangun sosial, budaya, ekonomi, politik, tehnologi dan berbagai macam Aspek-aspek lainnya, agar Islam tradisional mampu berkembang pesat ditanah Jawa, dan tanah Jawa mampu terus menerus sebagai pusat peradaban dibelahan bumi jagat raya.

Semoga Allah SWT memberi rahmat dan berkah kepada umat muslim ditanah Jawa, Amiin.........

Salam dari kami
Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Sunday, 9 September 2012

Islam Tradisional Menggugat Bangsa Barat



Bangsa barat sering melakukan sebuah tindakan yang mengakibatkan kerugian masyarakat pribumi, mulai dari mengeksploitasi sepihak sumber daya alam maupun dari berbagai sumber yang lain. Sehingga memunculkan sebuah gagasan Islam tradisional dalam membendung langkah bangsa barat dalam meletakkan imperialisme disegala aspek kehidupan.

Memang sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Bahwa bangsa barat sejak dahulu kala melakukan berbagai tindak kolonialisasi terhadap masyarakat pribumi. Sehingga wajar sampai saat ini, tindakan sepihak dari bangsa barat masih cenderung merugikan masyarakat pribumi, dan begitu juga masih teringat segar dalam benak masyarakat pribumi atas imperialisme bangsa barat dizaman dahulu kala.

Gagasan masyarakat Islam tradisional dalam menggugat bangsa barat dikarenakan masalah yang begitu kompleks, terutama masalah eksploitasi sumber daya alam sejak zaman dahulu kala sampai saat ini, ternyata masih terus berlangsung ditengah-tengah kehidupan masyarakat pribumi. Sehingga menimbulkan sebuah paradigma pemikiran menolak dari segala bentuk imperialisme dari bangsa barat. Inilah sebuah tantangan besar bagi masyarakat Islam tradisional dalam melawan segala bentuk tipu daya bangsa barat.

Pertarungan Islam tradisional terhadap bangsa barat merupakan sebuah jalan dalam memberikan sebuah suntikan terhadap masyarakat pribumi, agar terus tidak menjadi sapi perah bangsa barat, apalagi budaya bangsa barat maupun idiologi bangsa barat sering berbenturan dengan masyarakat tradisional.

Gerakan membendung paradigma pemikiran bangsa barat membutuhkan sebuah proses yang mampu memberikan sebuah pencerahan terhadap masyarakat pribumi, agar masyarakat pribumi sadar atas apa yang diperbuat bangsa barat.

Keberadaan bangsa barat terlihat halus dalam melakukan berbagai aksi, padahal semua itu tak lepas dari gagasan bangsa barat yang cenderung merugikan masyarakat pribumi, dan sebagai bentuk tipu daya yang menyesatkan bagi masyarakat pribumi secara universal.

Melihat nasib masyarakat pribumi dengan berbagai masalah, mulai dari ekonomi, palitik, sosial, budaya dan berbagai masalah lain, ternyata semua tak lepas dari bangsa barat sebagai akar permasalahan. Sehingga wajar Islam tradisional menggugat segala bentuk destruktif dari bangsa barat terhadap masyarakat pribumi dibumi nusantara.

Islam tradisional menggugat bangsa barat sebagai bentuk perlawanan. Bahwa bangsa barat telah banyak melakukan berbagai tipu daya dengan mengatasnamakan perdamaian maupun kemanusiaan, padahal dibalik semua itu punya maksud terselubung, agar sumber daya alam maupun sumber daya manusia dapat dinikmati secara sepihak oleh bangsa barat.

Melihat dari tulisan sederhana diatas dapat diambil sebuah kesimpulan. Bahwa Islam tradisional sangat menolak bentuk imperialisme bangsa barat terhadap masyarakat pribumi. Mengingat sejarah telah mencatat begitu panjang atas penjajahan bangsa barat terhadap masyarakat nusantara. Bahkan hingga sampai saat ini, penjajahan bangsa barat belum berakhir dan masih terus berjalan dengan berbagai wajah baru maupun dalam bentuk wajah lama.

Semoga Allah SWT melindungi masyarakat pribumi dari keserakahan bangsa barat yang ingin terus menapakkan kaki imperialisme dibumi nusantara, Amiin.........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........