Wednesday, 24 October 2012

Dosa-dosa Mega Terhadap Gus Dur




Gus Dur tokoh fenomenal dengan segudang paradigma pemikirannya, beliau mampu mengemas religi menjadi cara pandang kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga wajar Gus Dur pernah didaulat menjadi nomor satu direpublik Indonesia, setelah kepemimpinan B.J. Habibie.

Sepak terjang Gus Dur sudah tidak diragukan lagi dalam peta perpolitikan di Indonesia, tetapi perjalanan perpolitikan Gus Dur dalam kepemimpinannya, ternyata dihianti dan diganjal dari berbagai pihak, terutama dari Mega yang diangkat Gus Dur menjadi wakilnya dalam menjabat presiden di republik Indonesia.

Ironis, mungkin kata yang tepat dalam menggambarkan dari nasib Gus Dur sebagai pemimpin bangsa. Karena ditengah-tengah perjalanan kepemimpinan beliau, Gus Dur dipaksa turun dari singgasana kepresidenannya, kejadian tersebut bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Nahdiyin tindakan pemberhentian sepihak terhadap Gus Dur oleh anggota parlemen membuat rasa saket hati atas tindakan sepihak tersebut.

Penurunan Gus Dur dari singgasana kepresidenan dengan cara paksa merupakan realita buram dalam peta perpolitikan dinegeri Indonesia, bagaimana tidak? Gus Dur dizhalimi oleh lawan-lawan politik yang ingin menghancurkan singgasana Gus Dur, tetapi yang paling menyakitkan Gus Dur ditusuk dari belakang oleh sahabat-sahabatnya sendiri. Sehingga Gus Dur dipaksa turun dengan cara yang sungguh merisaukan hati dan pikiran anak-anak bangsa diseluruh Nusantara.

Mega pada saat terjadi penurunan paksa Gus Dur yang dilakukan para parlemen, ternyata Mega yang dianggap Gus Dur sebagai sahabat, tetapi Mega dan para pendukungnya digedung parlemen malah melakukan berbagai manuver politis, untuk menjatuhkan Gus Dur, padahal pengangkatan Mega menjadi wakil presiden tak lepas dari peran Gus Dur dalam mendukung keberhasilannya menduduki jabatan tersebut.

Keberhasilan Mega menjadi wakil presiden mendapatkan dukungan penuh dari Gus Dur, tetapi apa yang didapatkan Gus Dur dengan pengangkatan Mega sebagai wakilnya? Gus Dur malah terus dirong-rong dari kubu Mega dan para parlemen, dan akhirnya Mega mengamini Gus Dur harus turun ditengah perjalanan kepemimpinan beliau.

Sungguh memprihatinkan nasib kepemimpinan Gus Dur dalam peta perpolitikan dinegeri Indonesia. Sehingga masyarakat Indonesia sampai hari ini, masih mencatat, mengingat dalam pikiran maupun dalam bentuk tulisan. Bahwa Gus Dur diturunkan secara paksa oleh sahabatnya sendiri.

Mega salah satu dari deretan nama dalam persekongkolan menjatuhkan Gus Dur dari singgasana kepresidenan, dan akhirnya Gus Dur harus turun dari jabatan kepresidenan dengan tuduhan melakukan aksi penyimpangan dari dana Bruneigate dan Buloggate, padahal sampai hari ini, tidak ada bukti Gus Dur melakukan tindakan penyimpangan dana tersebut.

Dosa-dosa mega terhadap Gus Dur masih di ingat segar masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Nahdiyin yang sampai detik ini, belum melupakan kejadian yang sudah sepuluh tahun lebih. Karena kejadian turunnya Gus Dur dianggap sebagian besar masyarakat hanya sebatas rekayasa dalam percaturan politik di negeri Indonesia.

Gus Dur telah meninggalkan jejak sebagai pemimpin bangsa dengan segudang paradigma pemikirannya. Bahkan sampai saat ini, makam Gus Dur tidak pernah sepi dari para peziarah. Karena Gus Dur sebagian masyarakat menganggap, bahwa Gus Dur setaraf dengan para Wali yang disebut dengan istilah "Wali Songo" yang disegani ditanah Jawa dan seluruh seantera Nusantara.

Biarlah turunnya Gus Dur dari singgasana kepresidenan secara paksa menjadi pembelajaran buat anak bangsa. Bahwa pada masa Gus Dur ada penyimpangan wewenang dari para parlemen dengan tipu muslihat menjatuhkan Gus Dur secara sepihak. Karena tuduhan parlemen terhadap Gus Dur dalam melakukan penyimpangan Bruneigate dan Buloggate tidak ada ada bukti sedikitpun sampai detik ini.

Mega mengamini dalam jatuhnya Gus Dur dari singgasana kepresidenan, dan pada akhirnya Mega diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia, untuk menggantikan Gus Dur dalam tampuk kepemimpinannya.

Berangkat dari tulisan diatas, lembaran sejarah hitam telah tercatat dalam perjalanan Gus Dur sebagai presiden, dan digantikan Mega dalam memegang tampuk kepemimpinannya. Karena pada akhirnya semua kejadian dalam penurunan Gus Dur tak lepas dari tipu daya dan rekayasa politik secara sepihak oleh parlemen, dan mendapatkan dukungan penuh dari Mega dalam penggulingan singgasana kepresidenan Gus Dur pada masa tersebut.
Masa Gus Dur boleh saja lewat, tetapi sampai hari ini, masih banyak pendukung dan pengagum Gus Dur dengan segudang kejeniusannya, Gus Dur mampu berpikir tentang nasib sebuah bangsa, agar terus tegak berdiri dibawah bendera sang saka merah putih dari Sabang sampai Merauke dalam membangun sebuah peradaban yang penuh nilai-nilai kemanusiaan.

Semoga Allah SWT memberi bimbingan kepada anak bangsa, agar terus punya daya juang dalam membangun bangsa dan negara, Amiin.......

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Astaghfirullah, Tiga Timnas Garuda Indonesia






Astaghfirullah, Rencana membuat tiga timnas garuda Indonesia sebuah berkah besar bagi sebuah kemajuan persepakbolaan atau malah membuat sebuah malapetaka besar bagi persepakbolaan itu sendiri. Mengingat sebuah negara sudah semestinya punya satu timnas yang berlaga ditingkat internasional, tetapi kalau satu negara terdapat dua atau tiga timnas, tentu nampak lucu mendengarnya, apalagi timnas PSSI dan KPSI masih sama-sama ngotot ingin menang dalam pertarungan merebut singgasana persepakbolaan di negeri Indonesia.

Pertarungan para petinggi PSSI Vs KPSI membuat dunia persepakbolaan menjadi dua timnas, kalau sebatas sepak bola pecah menjadi dua atau tiga timnas dalam satu negara, mungkin masih bisa ditolelir, tetapi kalau sebuah negara ada dua atau tiga kepala negara dalam satu negara, tentu akan terjadi sebuah kerusakan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Uniknya, disaat terjadi pertarungan antar PSSI dengan KPSI dalam merebut singgasana kekuasaan dalam dunia sepak bola nasional, KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) ikut campur dalam kekisruhan sepak bola, tetapi ikut campur KONI masih nihil hasilnya. Bahkan lucunya ada wacana KONI malah ingin membuat timnas tandingan, seperti timnas PSSI dan KPSI.

Memang diakui timnas PSSI dan KPSI menghasilkan tanda tanya besar dalam persepakbolaan Indonesia, pertanyaannya cukup sederhana, apakah keberadaan dua timnas atau tiga timnas merupakan sebuah kemajuan dalam persepakbolaan Indonesia? pertanyaan muncul kembali, apakah keberadaan persepakbolaan dengan dua timnas atau tiga timnas merupakan bentuk ke-egoisan para petinggi sepak bola di Republik Indonesia? entah jawabannya mungkin itu yang tepat dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Kehadiran dua timnas PSSI dan KPSI membuat gerah KONI. Sehingga KONI dengan berlindung dibalik Joint Committee ingin mendamaikan kedua timnas garuda. Namun yang terjadi bukan malah terjadi sebuah bentuk perdamaian. tetapi yang terjadi malah ada wacana menarik dari kehadiran KONI dalam urun rembuk masalah persepakbolaan di Republik Indonesia. Bahwa KONI akan membuat timnas tandingan, berarti kalau KONI membuat timnas tandingan, seperti: timnas garuda bentukan PSSI dan KPSI, tentu republik Indonesia kedepan tidak hanya mempunyai dua timnas, tetapi mempunyai tiga timnas garuda yang siap bertanding ditingkat Internasional.

Aneh tapi nyata, itulah jawaban hati saat melihat berbagai gejolak tentang panasnya suhu politis persepakbolaan dinegeri Indonesia, mungkin hati masih bisa bilang tidak ada masalah, apabila satu negara mempunyai dua atau lebih timnas garuda, tetapi kalau Republik Indonesia mempunyai dua atau lebih kepala negara, tentu hati akan bicara lain. Karena pastinya membuat dunia Internasional akan terperangah dengan melihat satu negara ada dua atau lebih kepala negara. Semoga konfliks persepakbolaan Indonesia segera berakhir, dan tidak merembet kepersoalan yang lebih jauh lagi, Amiin.........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Tuesday, 16 October 2012


Islam Tradisional Berpangkal Pada Kearifan Lokal



Kearifan lokal adalah gagasan atas nilai-nilai realita kehidupan masyarakat setempat dengan berpegang pada kebijaksanaan, penuh kearifan, bernilai positif yang tertanam dalam realita kehidupan masyarakat. Mengingat kearifan lokal merupakan sebuah pandangan masyarakat dalam memberikan sebuah nilai-nilai berdasarkan realita kehidupan secara menyeluruh. Sehingga kearifan lokal sebagai tatanan kehidupan masyarakat setempat dalam membangun sebuah bangsa dan negara.

Keberadaan kearifan lokal didalam kehidupan masyarakat merupakan sebuah realita yang tak dapat dibantah lagi. Sehingga kearifan lokal dengan semangat membangun diberbagai daerah perlu sebuah dukungan dari berbagai pihak, agar keberhasilan dalam membangun masyarakat didaerahnya dapat terwujud sesuai dengan arah pembangunan sebuah peradaban yang penuh dengan kemajuan dalam membangun.


Membangun masyarakat lokal perlu ada sebuah gagasan dalam membentuk sebuah paradigma pemikiran. Bahwa masyarakat sudah saatnya diberikan ruang dan waktu dalam berpikir secara naluri masing-masing individu, untuk menggagas sebuah kemajuan didaerah masing-masing dalam realita tatanan kehidupan masyarakat yang penuh keberagaman.

Kehidupan masyarakat setempat tak dapat dipungkiri lagi. Bahwa keberagaman dalam membentuk sebuah gagasan merupakan sebuah realita, tetapi pada substansinya masyarakat menginginkan sebuah kemajuan dengan berdasarkan tabiat masyarakat setempat, agar keberhasilan dapat tumbuh berkembang sejalan dengan kearifan lokal.

Masyarakat setempat sudah saatnya diberi ruang dan waktu, untuk berkreasi penuh dalam menumbuh-kembangkan semangat daya juang dalam membangun sebuah daerah yang penuh arif dan bijaksana, agar kepribadian dan watak dalam membangun sebuah daerah dapat menjadi pelecut, penyemangat dalam memberikan sebuah gagasan positif dalam membangun sebuah bangsa dan negara.

Kepribadian dan watak masyarakat setempat, tentu jangan sampai dijadikan komoditi politis sepihak dari masyarakat asing yang ingin menguasai sumber daya alam setempat, tetapi kepribadian dan watak masyarakat setempat sudah semestinya diberi sebuah gagasan dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang berlandaskan pada ajaran Islam.

Islam merupakan agama rahmat bagi seluruh alam. Sehingga Islam menolak dengan tegas segala bentuk perbudakan maupun bentuk nilai-nilai yang bertentangan dengan kemanusiaan. Bahkan Islam sangat menyentuh ditingkat infrastruktur maupun suprastruktur dalam memberikan sebuah tatanan ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat setempat.

Sedangkan perspektif Islam tradisional dalam melihat berbagai aspek kearifan lokal, sudah seharusnya masyarakat setempat diberi ruang dan waktu dalam menumpahkan berbagai gagasan, untuk terus berkembang dalam menatap kemajuan zaman yang semakin maju dalam peradabannya.

Islam tradisional berpangkal pada kearifan lokal. Karena kemajuan sebuah daerah tak lepas dari peran kearifan lokal, kalau kearifan lokal dapat disinergikan dengan nilai-nilai ke-Islaman, tentu akan tercipta sebuah masyarakat yang penuh rahmat, dan sangat positif dalam membangun sebuah realita kehidupan.

Kearifan lokal sudah saatnya mendapatkan perhatian disemua pihak, agar kearifan lokal dapat tumbuh berkembang sejalan dengan realita kehidupan masyarakat setempat, apalagi melihat perkembangan zaman yang semakin mengglobal.

Peran kearifan lokal dalam membangun sebuah bangsa dan negara sangat urgen. Karena disaat kearifan lokal disuatu daerah dapat berkembang, begitu juga kearifan lokal didaerah lain dapat tumbuh-berkembang, tentu akan menghasilkan sebuah tatanan dari berbagai daerah yang berpangkal pada kearifan lokal dengan menghasilkan sebuah nilai-nilai kemajuan yang penuh keberagaman. Sehingga sebuah bangsa dan negara mampu berdiri kokoh tak lain dan tak bukan. Karena kearifan lokal dapat tumbuh berkembang diberbagai daerah pinggiran maupun pusat-pusat kota. 

Berangkat dari kearifan lokal yang tumbuh subur disertai semangat membangun daerah masing-masing. Maka bangsa dan negara menjadi kuat dalam segala aspek kehidupan. Karena kearifan lokal mampu mencapai ranah diberbagai realita kehidupan, baik masalah ekonomi, politik, pendidikan, sosial, budaya, tehnologi dan berbagai aspek lain.

Semoga Allah SWT selalu memberi pencerahan gagasan kepada kami semua, Amiin...........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Islam Tradisional dan Tehnologi






Tehnologi mulai berkembang pesat dari pelosok desa sampai pusat-pusat kota, apalagi tehnologi sudah semakin canggih dari hari-kehari. Sehingga tehnologi secara langsung sebagai pemicu kemajuan peradaban manusia yang terus mengalami perkembangan yang sungguh menakjubkan.

Kemajuan tehnologi merupakan sebuah realita yang penuh tantangan, untuk terus dikaji dalam membangun sebuah peradaban manusia yang lebih baik dari sebelumnya, agar manusia berikutnya lebih mudah dalam mengakses segala informasi maupun komunikasi.

Membangun tehnologi membutuhkan sumber daya manusia yang handal, baik dari segi paradigma pemikiran maupun dari segi realita empirik, agar keberhasilan membangun tehnologi dapat bermanfa'at secara luas ditengah-tengah realita masyarakat.

Zaman dahulu kala, sebelum ada tehnologi yang canggih, manusia saat bepergian cukup jalan kaki atau naik binatang ternak, seperti: Kuda, Kerbau, Unta, Gajah atau binatang ternak lain, tetapi ketika zaman sudah berganti dari zaman klasik menuju zaman tehnologi, manusia saat bepergian sudah berganti naik mobil, motor, pesawat, kereta, dan berbagai jenis transportasi lain.

Pergantian zaman merupakan sebuah langkah perubahan dari zaman batu sampai zaman revolusi tehnologi, tentu realita dari rentetan perjalanan zaman tak lepas dari paradigma pemikiran yang terus berkembang dari hari-kehari atau dari tahun-ketahun. Bahkan lebih jauh dari itu, bahwa tehnologi telah merubah yang jauh menjadi dekat, sedangkan yang dekat semakin lebih dekat. Karena alat komunikasi dan informasi semakin luar biasa keberadaannya.

Komunikasi dan Informasi pada zaman dahulu kala masih bersifat sederhana, baik melalui tatap muka langsung atau surat menyurat dalam memberikan sebuah informasi maupun komunikasi, tetapi sejak terdapat tehnologi yang super canggih, ternyata dalam memberikan sebuah informasi maupun komunikasi semakin cepat dalam hitungan persekian detik, baik melalui email, jejaring sosial, HP atau berbagai macam cara tehnologi lain, untuk memberikan sebuah informasi maupun komunikasi secara cepat ditengah-tengah realita kehidupan.

Keberadaan tehnologi merubah cara pandang masyarakat dalam mengeja langkah kehidupan, walau tehnologi belum secara maksimal memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi paling tidak kedepan tehnologi akan terus berkembang pesat ditengah-tengah kehidupan masyarakat yang semakin haus akan kekayaan informasi maupun komunikasi.

Sedangkan keberadaan Islam tradisional pada masa revolusi tehnologi, menempatkan diri sebagai subyek perubahan dalam membangun kemajuan informasi maupun komunikasi, agar masyarakat secara luas terus berkembang pesat dalam membangun jati diri sebagai bangsa dan negara yang beradab.

Islam tradisional pada masa revolusi tehnologi menekankan sebuah langkah terobosan ditengah hiruk-pikuk era keterbukaan, agar tetap pada jalur paradigma pemikiran. Bahwa Islam tradisional tetap mengacu pada kearifan lokal yang bersumber pada nilai-nilai ke-Islaman. Mengingat kearifan lokal dan nilai-nilai ke-Islaman sangat urgen membangun masyarakat yang lebih baik, dan cerdas dalam memahami beragam realita kehidupan.

Islam tradisional dan tehnologi merupakan sebuah ikatan yang kental dalam realita kehidupan, apalagi keduanya saling melengkapi antar satu sama lain, untuk menerjemahkan berbagai realita ditengah-tengah keberagaman masyarakat.

Keberadaan tehnologi dapat dijadikan sebagai alat Islam tradisional dalam menyebarkan sebuah gagasan, baik melalui media maupun melalui jejaring sosial dalam membangun masyarakat secara utuh dan kaffah.

Semoga Allah SWT selalu memberi hidayah kepada kami semua, Amiin...........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Saturday, 13 October 2012

Islam Tradisional Pada Masa Keterbukaan





Zaman terus berubah dari masa ketertutupan menuju masa keterbukaan. Karena zaman berjalan seiring tingkat pola pikir manusia dalam membangun sebuah peradaban. Mengingat manusia pada zaman dahulu  kala belum terlalu jauh mengenal tehnologi, tetapi pada zaman sekarang perubahan terus menggeliat dalam kehidupan, baik masalah informasi maupun komunikasi yang terus mengalami kemajuan pesat.

Kemajuan pesat melalui komunikasi maupun informasi terus terjadi, apalagi dipersekian detik terus terdapat pemberitaan secara global diseluruh belahan bumi. Karena zaman dari masa kegelapan informasi maupun komunikasi beralih menuju masa keterbukaan informasi maupun komunikasi. Karena revolusi besar telah terjadi pada perangkat komputerisasi maupun internetisasi. Sehingga menghasilkan informasi maupun komunikasi secara cepat dalam hitungan dipersekian detik.
Masa keterbukaan semakin tak dapat dibendung lagi dalam kehidupan masyarakat. Karena masyarakat semakin banyak menggunakan perangkat komputer dengan mengakses jaringan internet yang semakin cepat laju informasi maupun komunikasi ditengah-tengah kehidupan masyarakat secara luas.

Dengan adanya informasi maupun komunikasi dalam hitungan dipersekian detik sudah menyebar kepenjuru belahan bumi, mau tidak mau genderang masa keterbukaan tak dapat dielakkan lagi. Sehingga perubahan zaman dari masa ketertutupan berubah menjadi masa keterbukaan.

Zaman berubah dari masa ketertutupan menuju masa keterbukaan sudah tak dapat dibantah lagi, lalu muncul sebuah pertanyaan pada masa keterbukaan, bagaimana posisi Islam Tradisional dalam menempatkan sebuah masa yang berbeda? Islam tradisional merupakan sebuah pandangan dengan mengedepankan kearifan lokal yang bertumpu pada nilai-nilai ke-Islaman. Sehingga dengan perubahan masa, Islam tradisional tetap berpikir progress dalam menempatkan beragam realita, tetapi semua tetap pada akar budaya, watak dan kepribadian sebuah bangsa dan negara.

Islam tradisional pada masa keterbukaan merupakan sebuah masa yang penuh tantangan diera globalisasi. Sehingga dengan segala daya upaya Islam tradisional terus membangun paradigma pemikiran yang sesuai dengan kepribadian dan watak masyarakat diseluruh penjuru Nusantara.

Memang zaman sudah mengarah pada masa keterbukaan, dengan adanya sebuah revolusi komunikasi maupun informasi tak dapat dibantah lagi, apalagi disetiap persekian detik informasi maupun komunikasi muncul diberbagai jejaring sosial dan media massa, baik didalam negeri maupun diluar negeri.

Keberadaan Islam tradisional pada masa keterbukaan dapat dikatakan sebagai wajah ke-Islaman dalam membangun pola pikir masyarakat, agar mencapai sebuah paradigma pemikiran yang arif dan bijaksana, walau masa terus berganti dari zaman kezaman, tetapi pada substansinya Islam tradisional tetap sebagai wadah membangun kearifan lokal yang bertumpu pada nilai-nilai ke-Islaman.

Semoga Allah SWT selalu memberi perlindungan kepada kami dimanapun berada, Amiin.........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........